Waspadai Praeklampsia dan Eklampsia pada Saat Hamil

Share

Eklampsia - VistaBundaDotCom

Apa itu Praeklampsia (Preeclampsia)?
Praeklampsia adalah kondisi yang dialami wanita hamil yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kadar protein dalam urin tinggi. Praeklampsia juga dikenal dengan nama toxemia. Wanita yang mengalami praeklampsia biasanya mengalami pembengkakan pada kaki, tungkai, dan tangan. Praeklampsia biasanya terjadi setelah minggu ke 20 usia kehamilan.

Apa itu Eklampsia (Eclampsia)?
Eklampsia adalah tahap lebih parah dari eklampsia. Eklampsia adalah kondisi wanita hamil yang mengalami tekanan darah tinggi, kadar protein dalam urin tinggi yang menyebabkan penderita sering mengalami serangan kejang (seizure). Eklampsia dapat menyebabkan koma dan bahkan kematian bagi ibu dan bayi, baik sebelum maupun setelah kelahiran bayi.

Apa Penyebab Praeklampsia?.
Penyebab praeklampsia tidak diketahui secara pasti, diperkirakan karena masalah kesehatan yang dialami wanita sebelum hamil seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Apa Gejala-Gejala Praeklampsia?

  • Tekanan darah tinggi
  • Protein dalam urin tinggi
  • Bengkak pada kaki, tungkai, dan tangan
  • Berat badan naik dengan cepat
  • Nyeri perut
  • Sakit kepala parah
  • Terdapat darah dalam urin
  • Urin berkurang
  • Pusing
  • Mual dan muntah berlebihan

Apa Faktor Resiko Praeklampsia?

  • Sejarah praeklampsia dalam keluarga
  • Tekanan darah tinggi sebelum hamil
  • Obesitas sebelum hamil
  • Mengandung bayi kembar 2 atau lebih
  • Memiliki sejarah penyakit diabetes, penyakit ginjal, lupus, atau rheumatoid arthritis.

Apa Komplikasi Praeklampsia?

  • Eklampsia, sering mengalami serangan kejang (seizure)
  • Koma
  • Bayi lahir prematur
  • Masalah pendarahan
  • Lepasnya plasenta bayi dalam kandungan sebelum lahir (placental abruption)
  • Stroke

Bagaimana Mencegah Praeklampsia?
Untuk mengurangi resiko praeklampsia, wanita sebaiknya menjaga kesehatan terutama orang yang memiliki hipertensi atau diabetes. Wanita yang memiliki obesitas sebaiknya mengurangi berat badan sebelum hamil.