Mitos-Mitos tentang Penyebab Hipertensi

Share

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang cukup populer. Oleh karena itu penyakit ini kadangkala dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa. Padahal hipertensi dapat menimbulkan berbagai konplikasi yang membahayakan jiwa terutama penyakit jantung dan stroke. Banyak mitos
yang berkembang dalam masyarakat berkaitan dengan penyebab hipertensi. Berikut beberapa mitos mengenai penyebab hipertensi.

Mitos 1: Hipertensi Disebabkan Oleh Usia Tua
Fakta: Hipertensi lebih sering dialami oleh orang tua, namun hipertensi juga bisa dialami oleh orang muda. Hipertensi seringkali menimbulkan gejala dan komplikasi pada usia lanjut yang sebelumnya tidak terdeteksi karena tidak menimbulkan gejala. Berapapun usia anda, tekanan darah normal adalah
kurang dari 120/80 mmHg.

Mitos 2: Hipertensi Disebabkan oleh Kecemasan dan Emosi
Fakta: Tekanan darah tinggi tidak ada hubungannya dengan kepribadian seseorang. Kecemasan dan emosi dapat sedikit meningkatkan tekanan darah sesaat. Tekanan darah memang dapat bervariasi karena aktivitas, pengaruh makanan dan obat, serta emosi. Seringkali kecemasan emosi merupakan gejala stress yang juga menyebabkan pola hidup seseorang tidak sehat seperti merokok, banyak minum alkohol, dan makan makanan tidak seimbang.

Mitos 3: Hipertensi Disebabkan oleh Kolesterol
Fakta: Hipertensi bukan hanya disebabkan oleh kolesterol tinggi. Orang dengan kolesterol rendah juga bisa terkena hipertensi karena faktor lainnya misalnya terlalu banyak makan garam dari makanan.
Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor resiko hipertensi, artinya orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi lebih beresiko mengalami hipertensi. Memiliki kadar kolesterol tinggi seringkali menyebabkan komplikasi yang sama dengan hipertensi misalnya penyakit jantung dan stroke.

Mitos 4: Orang Gemuk Pasti Akan Mengalami Hipertensi
Fakta: Banyak orang gemuk yang sepanjang hidupnya tidak pernah mengalami hipertensi. Obesitas atau kegemukan adalah faktor resiko hipertensi. Artinya orang gemuk lebih beresiko mengalami hipertensi. Orang gemuk harus berusaha mencegah hipertensi dengan makanan dan pola hidup sehat serta berusaha berolahraga untuk mengurangi berat badan. Namun orang kurus juga dapat terkena hipertensi karena faktor resiko lainnya.

Mitos 5: Makan Makanan Mengandung Garam Setiap Hari Menyebabkan Hipertensi.
Fakta: Bagi orang sehat makan makanan yang mengandung garam setiap hari pada makanan umumnya tidak akan menyebabkan hipertensi. Garam dapur mempunyai banyak manfaat bagi tubuh, konsumsi garam dapur dalam masakan sehari-hari tidak berbahaya, kecuali jika anda keturunan penderita hipertensi. Orang yang mengalami hipertensi harus membatasi asupan garam dari makanan. Asupan garam berlebihan biasanya berasal dari snack seperti, kentang goreng, kripik kentang, kripik singkong, dsb.

Mitos 6: Keturunan Penderita Hipertensi Pasti Akan Mengalami Hipertensi Suatu Saat.
Fakta: Banyak keturunan penderita hipertensi dapat hidup sehat karena lebih waspada pada penyakit ini.  Bahkan sebagian orang yang mempunyai kecenderungan hipertensi tetap dapat hidup sehat meskipun tekanan darahnya lebih dari normal. Orang beresiko hipertensi belum tentu akan mengalaminya, namun ia harus berusaha untuk mengurangi faktor resiko lainnya dengan pola hidup sehat. Jika orang tua anda atau kakek/nenek  anda memiliki hipertensi, anda beresiko lebih besar memiliki hipertensi. Hipertensi seringkali terdiagnosa saat menimbulkan gejala atau komplikasi. Hipertensi sangat bisa dicegah terutama jika sejak awal anda menyadari anda orang yang beresiko hipertensi.