Mengapa Anak Suka Jajan?

Share

Mengapa anak suka jajan

Pada dasarnya keinginan untuk jajan adalah normal bagi kebanyakan orang termasuk anak-anak. Namun anak-anak seringkali tidak bisa mengendalikan keinginan untuk jajan tersebut. Oleh karena itu orangtua perlu membatasi kebiasaan jajan pada anak-anak. Untuk dapat mengendalikan kebiasaan jajan pada anak, anda harus tahu apa penyebab anak suka jajan. Berikut beberapa penyebabnya.

Lapar
Lapar adalah alasan yang paling logis untuk makan sesuatu, termasuk jajanan. Anak yang lapar cenderung suka jajan. Lapar dapat disebabkan karena tidak makan, makan terlalu sedikit, atau karena sudah waktunya lapar (tetapi belum makan).

Tidak Suka Makan di Rumah
Sebagian anak sangat susah untuk diajak makan di rumah. Tetapi jika makan jajanan, ia sangat menikmatinya. Jika makanan yang ada di rumah tidak mengundang seleranya, ia cenderung makan sekedarnya dan memilih jajanan sebagai tambahan makanan untuk membuatnya kenyang.

Memiliki Uang Jajan
Orangtua harus membatas uang jajan anak. Jika anak memiliki banyak uang, sangat mungkin ia akan menggunakan seluruhnya untuk jajan berulangkali.

Kebiasaan Mengemil
Meskipun mengemil tidak selalu buruk, anak terkadang tidak bisa membatasi waktu, jumlah, dan jenis makanan untuk cemilannya. Anak juga tidak memiliki cukup kesadaran bahwa makanan dapat mempengaruhi kesehatan.

Kurang Asupan Makanan Sehat
Mencukupi kebutuhan gizi harian anak sangat penting bagi anak. Mendapatkan makanan bergizi dapat mengurangi keinginan anak untuk jajan. Asupan karbohidrat, protein, lemak, dan serat yang cukup dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama daripada makanan yang miskin gizi.

Meniru Kebiasaan Orangtua
Tidak jarang anak suka meniru kebiasaan orangtua. Sebagian orangtua selalu mengajak anaknya jajan saat bepergian.  Hal ini membuat anak menilai bahwa saat keluar rumah ia harus membawa uang jajan.

Pengaruh Lingkungan dan Gaya Hidup
Jika anak bergaul dengan teman-teman yang suka jajan, maka ia akan terbawa ikut kebiasaan jajan tersebut.